Jumat, 25 Januari 2013

Selasa, 10 April 2012

SOEKARNO NKRI: SKENARIO TUMBANGNYA SOEKARNO

SOEKARNO NKRI: SKENARIO TUMBANGNYA SOEKARNO: Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) akan tetap menjadi sebuah misteri. Sebab, Pak Harto sebagai orang terakhir yang tahu soal itu sudah ma...

Senin, 18 April 2011

Malang Nian Nasibmu Soeratin Sosrosoegondo


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Sebuah acara yang di kelola oleh PSSI yang berlangsung di sebuah resort di Bali telah berakhir dengan beberapa keganjilan tetapi bukan PSSI namanya kalau setiap kegiatan selalu berakhir keganjilan dan banyak pertanyaan.

Tetapi itulah PSSI, setiap sudut kota di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulo Rote membicarakan apa yang telah diperbuat PSSI dalam hal ini ketum-nya Nurdin Halid dalam prestasi sepakbola Indonesia, banyak yang mengatakan bahwa saatnya Ketum PSSI ini untuk mundur karena tidak bisa memberikan rakyat Indonesia gelar juara padahal sudah dua periode memimpin.

Penulis tidak akan mencampuri persoalan PSSI termasuk aksi-aksi kawan suporter dimana selalu meneriakkan turun NH setiap laga pertandingan atau adanya PSSI akan seperti Sinterklas dimana akan membagi-bagikan uang Rp. 2 Milyar kepada setiap klub ASALkan pada bulan Maret nanti di Pulau Bintan memilih formasi pengurus PSSI yang saat ini untuk bekerja kembali pada periode 2011-2015, tetapi ada yang lebih penting daripada itu yaitu bahwa kita sendiri lupa akan sejarah PSSI ini terutama founding father daripada organisasi ini.

Adakah kita terutama kawan-kawan suporter Indonesia yang selalu meneriakkan turunkan NH kenal dengan Soeratin Sosrosoegondo ? Soeratin Sosrosoegondo adalah warga negara Indonesia, lahir di Yogyakarta pada tanggal 17 Desember 1898 beliau berasal dari kalangan terpelajar, ayahnya adalah R. Soesrosoegondo, seorang guru pada Kweekscholl dan juga penulis buku Bausastra Bahasa Jawi sedangkan Ibunya Soeratin, R.A. Srie Woelan adalah adik kandung dari Dr. Soetomo pendiri Budi Utomo. Beliau menamatkan sekolahnya di Koningen Wilhelmina School di Jakarta, kemudian Soeratin belajar di Sekolah Teknik Tinggi di Hecklenburg dekat Hamburg, Jerman pada tahun 1920 dan lulus dengan gelar insinyur sipil pada tahun 1927.

Sekembalinya dari Eropa pada tahun 1928, ia bergabung dengan sebuah perusahaan konstruksi terkemuka milik Belanda dan membangun antara lain jembatan serta gedung di Tegal dan Bandung. Pada tahun 1930 inilah realisasi konkret dari peristiwa Sumpah Pemuda 1928 nasionalisme itu coba dikembangkan melalui ajang olah raga, khususnya sepak bola seperti halnya Om-nya, Dr. Soetomo yang berkeliling Pulau Jawa untuk menemui banyak tokoh dalam rangka menekankan pentingnya pendidikan dan kemudian berlanjut dengan pendirian Budi Utomo beliau pun banyak melakukan pertemuan dengan tokoh sepakbola pribumi di Solo, Yogyakarta, Magelang, Jakarta dan Bandung, pertemuan ini sendiri di lakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari sergapan dari Intel Belanda.

Pada tanggal 19 April 1930 beberapa tokoh dari berbagai kota berkumpul di Yogyakarta untuk mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama PSSI ( Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) dimana istilah “Sepakraga” diganti dengan “Sepakbola” dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1950 dan selama 11 tahun berturut-turut Soeratin menduduki Ketua Umum, akibat dari keberadaan dan mengurusi PSSI, Soeratin keluar dari perusahaan Belanda dan mendirikan usaha sendiri. Setelah Jepang menduduki Indonesia dan perang kemerdekaan terjadi, kehidupan daripada Soeratin menjadi sangat sulit dimana rumahna diobrak-abrik oleh Belanda, ia kemudian aktif dalam Tentara Keamanan Negara dengan pangkat Letnan Kolonel. Beliau meninggal dunia dalam kesulitan ekonomi pada 1 Desember 1959.

Itulah sekilas tentang bapak bangsa pendiri PSSI, dan lebih tragisnya adalah di saat kita menyuarakan “turunkan NH’ atau “ Katakan TIDAK untuk seorang napi mimpin PSSI” dan masih banyak lagi atau PSSI dengan arogannya mengatakan bahwa Liga Primer Indonesia adalah ilegal, kita TIDAK SADAR baik otak dan nurani kalau makam beliau yang berada di TPU Sirnaraga Blok A, Jalan Pajajaran, Bandung kondisinya memprihatinkan bahkan pagar-pagarnya pun yang melindungi makam ini sudah terlihat karatan dan keropos.

Seperti inikah yang di namakan cinta sepakbola, cinta hanya pada pemain, permainan dengan mimpi-mimpi besar TEMBUS Piala Dunia, tetapi di sisi lain kita TIDAK PERNAH memperhatikan sedikit pun seorang manusia yang telah berjuang setengah mati menghindari dari serbuan intel dan tentara Belanda demi harga diri bangsa ini terutama sepakbola bahkan matinya pun dalam keadaan ekonomi sulit, inikah cara kita menghormati pendiri PSSI dengan membiarkan makamnya terbengkalai dan baru di kunjungi ketika PSSI berulang tahun, atau beliau ulang tahun atau ketika media mengangkatnya begitu ? bahkan PSSI pun sudah tiga tahun terakhir TIDAK LAGI memperhatikan makam ini baik dalam kunjungan atau biaya perawatan !!

Mungkin di alam baka sana pun Soeratin akan menangis dan marah sekeras-kerasnya karena apa yang ia cita-citakan kini musnah dengan arogansi daripada seorang NH yang tidak mau turun tahta, begitu juga kita sebagai suporter hanya memetingkan nasionalisme yaitu sepakbola bisa maju TETAPI di internal sendiri atau hubungan dengan sesama suporter TIDAK BISA di jaga terutama kalangan akar rumput..

Maafkan kami bung Soeratin yang tidak bisa mewujudkan cita-citamu ketika engkau mendirikan PSSI ini…maafkan kami…

JAS MERAH-JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH !!!

Selasa, 29 Maret 2011

Mencegah virus menular melalui Flashdisk dan media USB lainnya

Mencegah virus menular melalui Flashdisk dan media USB lainnya

Penggunaan flashdisk sudah menjadi hal umum saat ini untuk berbagai keperluan pertukaran data, namun dibalik itu semua terjadi juga pertukaran dan menyebarnya berbagai macam virus, spyware dan variannya.

Saat ini hampir dapat dipastikan disetiap computer yang ditemui disusupi berbagai macam varian virus meskipun sudah terdapat antivirus dan antispyware yang sudah terinstall. Hal ini dimungkinkan karena antivirus dan virus yang cepat berkembang saling beriringan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melindungi PC, diantaranya dengan update Antivirus minimal seminggu sekali, dan ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk atau perangkat USB lainnya.

Langkah-langkah Mencegah virus menular melalui Flashdisk dan media USB lainnya sebagai berikut :

  1. Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu > Run dan ketik regedit dan klik OK
  2. Cari Lokasi :HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
  3. Buat key baru ( Klik kanan > New > DWORD Value ) beri nama : NoDriveAutoRun
  4. Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : Decimal dan isikan Value data dengan nilai 67108863
  5. Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama diHKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
  6. Restart Komputer

Dengan mengikuti setting diatas, maka ketika flashdisk dipasang, windows tidak akan menjalankan program autorun flashdisk secara otomatis.

Cara Mematikan Autorun/Autoplay Removable Drive (USB/Flashdisk) pada Windows

Cara Mematikan Autorun/Autoplay Removable Drive (USB/Flashdisk) pada Windows

Removable Drive (USB, Flashdisk, MMC, Harddisk Eksternal, CD, dll) merupakan media pertukaran data yang sudah menjadi bagian dalam aktivitas sehari”. Berbagai keperluan memaksa alias mau tidak mau kita harus menggunakan salah satu atau beberapa dari Removable Drive.

Tetapi dari media tersebut di khawatirkan menjadi sebab penularan virus dengan berbagai variannya, dan apa yang terjadi bila Virus sudah menginfeksi pada Komputer … Yup sobat pasti lebih di sibukkan dengan virus dari pada tugas atau pekerjaan, dan yang parah adalah file” penting yang di miliki terkena virus dan hilang. Terparahnya Komputer tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya dan bisa menularkan/membawa virus kerusakan pada komputer lain.

Penyebaran berbagai Virus dan variannya salah satunya lewat Autorun Removable Drive pada komputer. Pada pembahasan ini di batasin Cara Mematikan Autorun – Autoplay USB/Flashdisk/CD pada Windows. Autorun atau autoplay adalah fasilitas Windows yang secara otomatis akan menjalankan file script bernama autorun.inf di Removable Drive (USB, Flashdisk, MMC, Harddisk Eksternal, CD, dll). Pada file autorun.inf inilah disisipi perintah untuk menjalankan file virus yang sebenarnya. Andaikata File autorun.inf ini di hapus/delete memang bisa tetapi hanya sementara tapi saat kembali di colok/gunakan pada komputer maka file autorun.inf ini otomatis ada atau terbuat lagi dengan sendirinya.

Beberapa cara bisa di terapkan untuk mematikan Autorun/Autoplay Removable Drive, dan di bawah ini Cara Paling Mudah dan Paling di anjurkan untuk semua pengguna komputer, Langkah”nya sebagai berikut :

  1. Klik Start lalu Run setelah itu ketik gpedit.msc pada Open di Jendela Run ( klik OK atau tekan Enter )Mematikan Autoplay USB/Flashdisk pada Windows
  2. Pada Jendela Group Policy tersebut : Di Menu Computer Configuration, lalu masuk ke Administrative Templates, setelah itu ke System. Pada jendela sebelah kanan pada Kolom Setting Cari yang berjudul Turn off Autoplay.
    Cara Mematikan Autorun Removable Drive (USB/Flashdisk) di Windows
  3. Dobel klik (Klik 2x) pada setting “Turn off Autoplay” tersebut, lalu pilih Enabled. Pada opsi Turn off Autoplay on : (Pilih All drives) Klik button OK
    Mematikan Autorun/Autoplay Removable Drive (USB/Flashdisk/CD) pada Windows
  4. Selesai

Setelah itu coba praktekan dengan mencolokkan atau mengkoneksikan USB atau Removable Drive lainnya. Bila masih autoplay coba restart terlebih dahulu ( Biasanya tanpa restart sudah bisa alias autoplay di matikan )

Cara manual membasmi Virus di komputer

Cara manual membasmi Virus di komputer

Membasmi virus yang tidak terdeteksi oleh antivirus di komputer. Biasanya jenis virus2 lokal yg mesti nunggu beberapa waktu tuk bs kebaca antivirus, coz penyedia antivirus jg manusia yg perlu waktu tuk membuat update basmi virus2 yg terus berkeliaran itu.

Berikut ini cara manual atau istilahnya dgn command Windows tuk basmi Virus

Langkah pertama dgn mematikan Virus yg sedang berjalan di memori

  • Caranya, tampilkan Windows Task Manager dengan menekan Ctrl + Alt + Del
  • Lalu ke tab “Processes“, terus klik bagian “User Name” untuk mengurutkan file yang diproses pada memori.
  • Matikan semua file EXE yang mencurigakan sebagai virus di memori komputer yang sudah kita urutkan sebelumnya berdasarkan “User Name”. Jangan mematikan file yang kategori “System“, “Local Service“, dan “Network Service“, karena bisa membuat sistem kita Hang atau Freeze.

Tahap Kedua dgn Non-aktifkan Virus di Startup

  • Caranya dgn menggunakan perintah MSCONFIG, klik menu Start>Run>msconfig
  • Akan muncul jendela “System Configuration Utility“. Lalu pilih Tab “Startup
  • Dalam jendela startup akan muncul program aplikasi apa saja yang akan pertama dijalankan saat computer loading pertama kali, so pilihlah mana yg diaktifkan dan tidak, dalam hal ini aplikasi yg mencurigakan sebagai komponen virus tidak diaktifkan (disable) atau dengan tidak menconteng check box, langkah mudahnya sebaiknya pilih “Disable All” dan aktifkan (enable) kembali startup yang diinginkan kalo virus sudah dibasmi.

Tahap Ketiga adalah menghapus file Virus dari komputer

  • Caranya dengan menggunakan fasilitas “search” pada WIndows, klik menu Start>Search
  • Setelah itu cari file EXE virus (contoh virus : Tati.exe) yang diketahui namanya dari langkah pertama dan kedua (memori atau startup).
  • File ini biasanya terletak pada System32 atau folder lain di WIndows. Setelah ditemukan, delete atau hapus file tersebut. Beberapa kejadian untuk menghapus file ini perlu memindahkan terlebih dahulu foldernya lalu delete atau pernah jg setelah di pindahkan file tidak bisa didelete maka solusinya restart computer dan kemudian delete.

Tahap Keempat adalah menghapus Virus dari System Registry

  • Cara ini adalah langkah terakhir dengan menggunakan perintah REGEDIT, pilih Start>Run>regedit
  • Akan tampil jendela Registry Editor dan pilih menu “Edit” pilih “Find” (Ctrl+F)
  • Input nama file virus yang ingin kita hapus (Tati.exe), setelah itu pilih “Find Next”. Setelah ditemukan file virus, hapuslah semua registry yang memuat komponen virus tersebut.
  • Ulangi langkah ini untuk mencari file2 virus yang lain.
  • Setelah selesai restart komputer, finish